Home » , , , » Adab Dan Sunnah Masuk-Keluar WC / Kamar Mandi Dalam Islam

Adab Dan Sunnah Masuk-Keluar WC / Kamar Mandi Dalam Islam

Written By Alby Maizan On Tuesday, February 28, 2017 | 9:55 PM

Adab Dan Sunnah Masuk-Keluar WC / Kamar Mandi Dalam Islam - Bismillahirrahmanirrahim - Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Aktifitas masuk keluar kamar mandi atau WC merupakan rutinitas wajib yang menghiasi hari-hari kita. Dalam sehari semalam kita bisa berulangkali masuk dan keluar kamar mandi / WC. Alangkah ruginya kita jika moment ini terlewatkan begitu saja tanpa pahala. Karena saking biasanya, orang hampir tak pernah berpikir tentang apa yang mesti dilakukannya ketika hendak masuk ke kamar mandi atau keluar darinya. Yang ada di benak hanyalah sebatas MCK (mandi, cuci, kakus) saja.

Tahu kah anda, bahwa ternyata Rasulullah telah mengajarkan beberapa sunnah atau adab-adab berkaitan dengan aktifitas masuk keluar WC?. Ya, aktifitas masuk keluar kamar mandi atau WC pun ada adab-adabnya dalam islam. Apa saja itu? Nah berikut Adab-Adab Sunnah Masuk-Keluar WC / Kamar Mandi Dalam Islam.

Adab Dan Sunnah Masuk-Keluar WC / Kamar Mandi Dalam Islam, Mengucapkan Bismillah , Membaca Doa, Mendahulukan Kaki Kiri, Menutup Aurat dan Dilarang Berbincang, Tidak Menghadap atau Membelakangi Kiblat, Berhati-hatilah Dengan Percikan Najis, Tidak Membawa Atau Membaca Sesuatu Yang Terdapat Padanya Nama Allah, Jangan Gunakan Tangan Kanan Untuk Istinja’, Berdoa Setelah Keluar Kamar Mandi

1. Mengucapkan Bismillah

Sama dengan aktifitas lainnya yang mana kita dianjurkan untuk memulainya dengan ucapan Bismillah. Sebagai mana dalam sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ: إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الخَلَاءَ، أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ “


“Yang bisa menghalangi pandangan mata jin dan aurat manusia adalah ketika seorang dari mereka masuk ke kamar mandi dengan mengucapkan ‘Bismillah’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Membaca Doa

Dalam hadits Shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Anas Radhiyallahu Anhu’ bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم masuk ke WC atau kamar mandi, maka beliau membaca doa berikut :

اَللّهُمَّ اِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَا إِثِ

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki dan syetan perempuan”. (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Mendahulukan Kaki Kiri

Memang tidak ada dalil khusus atau hadits shahih dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengenai keharusan mendahulukan kaki kiri ketika hendak masuk ke WC atau kamar mandi. Tetapi terdapat hadits oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Ia berkata :

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menyukai mendahulukan yang kanan pada setiap perkara yang baik.” (HR. Muslim)

Oleh sebab hadits tersebut, beberapa ulama, salah satunya Al-Imam An-Nawawi dalam kitab beliau, Syarhu Shahih Muslim menyebutkan disukainya seseorang yang masuk WC dengan mendahulukan kaki kiri dan ketika keluar dengan mendahulukan kaki kanan. Allahu A’lam.

4. Menutup Aurat dan Dilarang Berbincang

Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang dalam keadaan apapun untuk menampakkan auratnya bahkan ketika sedang melakukan aktifitas buang hajat, selain itu dalam hadits yang sama Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga melarang berbincang jika terdapat dua orang yang sedang buang air. Sebagaimana dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu Anhu’ bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

“Apabila dua orang buang hajat, maka hendaklah keduanya saling menutup auratnya dari yang lain dan janganlah keduanya saling berbincang-bincang. Sesungguhnya Allah sangat murka dengan perbuatan tersebut.” (HR. Ahmad)

5. Tidak Menghadap atau Membelakangi Kiblat

Dalam perkara ini beberapa ulama berbeda pendapat, sebagaian ulama berpendapat bahwa dilarangnya buang hajat menghadap atau membelakangi kiblat adalah mutlak, baik di tempat terbuka maupun tertutup. Salah satu hadits dari Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu’, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

‏ ‏ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏قَالَ ‏ ‏إِذَا جَلَسَ أَحَدُكُمْ عَلَى حَاجَتِهِ فَلَا يَسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ وَلَا يَسْتَدْبِرْهَا

“Bila kamu mendatangi tempat buang air, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya.“ (HR. Bukhari dan Muslim)

6.Berhati-hatilah Dengan Percikan Najis

Berhati-hati dari percikan kencing merupakan perkara yang paling sering kita sepelekan, padahal hal ini merupakan salah satu penyebab diadzabnya seseorang di alam kubur, sebagaimana sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang kala itu melewati dua kuburan, seketika itu beliau bersabda,

“Sungguh dua penghuni kubur ini sedang diadzab. Tidaklah keduanya diadzab melainkan karena menganggap sepele perkara besar. Adapun salah satunya, ia diadzab karena tidak menjaga dirinya dari kencing. Sedangkan yang lainnya, ia diadzab karena suka mengadu domba….” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Tidak Membawa Atau Membaca Sesuatu Yang Terdapat Padanya Nama Allah

Benda atau sesuatu apa pun itu yang di dalamnya terdapat ayat Al-Qur’an, atau terdapat padanya nama Allah seperti Abdurrahman, Abdullahm dan lain sebagainya, maka tak pantas jika dimasukkan ke dalam tempat buang hajat (WC). Ini berhubungan dengan firman Allah subhanahu wata’ala yang berbunyi,

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ (٣٢)

“Barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

Nah, buat anda berhati-hatilah apabila memiliki hp yang di dalamnya ada aplikasi Al-Qur’annya .

8. Jangan Gunakan Tangan Kanan Untuk Istinja’

Sebagaimana dalam sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang mengatakan bahwa,

لاَيَمَسَّنَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ بِيَمِيْنِهِ وَهُوَيَبُوْلُ وَلاَ يَتَمَسَّحْ مِنَ الْخَلاَءِ بِيَمِيْنِهِ

“Janganlah seseorang diantara kalian memegang kemaluan dengan tangan kanannya ketika sedang kencing dan jangan pula cebok dengan tangan kanan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

9. Berdoa Setelah Keluar Kamar Mandi

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam jika keluar dari tempat buang hajat membaca do’a:

غُفْرَانَكَ

“Aku memohon pengampunan-Mu.” (HR. Ashhabus Sunan, kecuali Nasai).

Meminta ampunan dengan menyebutkan GHUFRONAKA memiliki dua kemungkinan makna.

Makna pertama adalah : Bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم memohon ampun dari meninggalkan dzikir kepada Allah pada sasat di dalam kamar mandi / WC.

Makna keuda adalah : Yaitu Rasulullah صلى الله عليه وسلم memohon ampunan ketika merasa lemah untuk bersyukur kedapa Allah atas nikmat dan kemudahan dalam mendapatkan makanan dan mendapatkan manfaat dari yang dimakan dan keluarnya sisa-sisa pencernaan dengan mudah. Sebagai kompensasi dari kelemahan untuk bersyukur itu adalah dengan permohonan ampunan.

Itulah tadi Adab Dan Sunnah Masuk-Keluar WC / Kamar Mandi Dalam Islam. semoga bermanfaat dan semoga kita terinspirasi untuk mengalamalkan adab-adab tersebut dan diberi oleh Allah kemudahan dalam mengamalkannya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Baca Juga :


Terimakasih, mohon maaf bila ada kekurangan. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.